Logo Pesantren
PROFIL LEMBAGA

Mengenal Lebih Dekat
Pesantren PPMU

Sejarah Pesantren
Awal Mula

Sejarah Berdirinya Pesantren

Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Miftahul Ulum - Bekasi Pondok Pesantren Miftahul Ulum merupakan lembaga pendidikan Islam yang berawal dari sebuah tempat yang sederhana, namun sarat dengan nilai perjuangan dan pengabdian. Cikal bakal kegiatan pendidikan dilaksanakan di rumah almarhum Haji Ihsan bin Satimin dan Hajah Latifah binti Haji Abdul Halim yang berlokasi di Kampung Penggilingan, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Almarhum H. Ihsan dan HJ. Latifah merupakan alumni Pondok Pesantren Sidogiri, salah satu pesantren tertua di Jawa Timur yang hingga kini tetap istiqamah mempertahankan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Semangat keilmuan dan pengabdian yang mereka wariskan menjadi fondasi awal lahirnya Miftahul Ulum. Lembaga ini didirikan oleh K.H. Abdul Muiz Ali bersama keluarga dan para pendukungnya. Kegiatan pendidikan mulai berlangsung pada akhir Juli hingga Agustus tahun 2013. Pada masa awal berdirinya, pembelajaran difokuskan pada pendidikan Al-Qur'an serta pengenalan dasar-dasar ilmu agama Islam kepada masyarakat sekitar. Seiring bertambahnya jumlah santri, kebutuhan akan sarana pendidikan yang lebih representatif semakin mendesak. Berkat dukungan keluarga, para donatur, dan masyarakat, Miftahul Ulum berhasil memperoleh lahan seluas kurang lebih 6.400 meter persegi yang berlokasi di Kampung Bulungandang RT 010 RW 003, Jalan Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Di atas lahan tersebut direncanakan pembangunan berbagai fasilitas pendidikan dan keagamaan, antara lain Masjid Sulaimani, asrama santri putra dan putri, gedung sekolah, balai latihan kerja untuk menunjang kemandirian santri, sarana olahraga, arena memanah, serta berbagai fasilitas lain yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi umat Islam. Visi dan Misi Pendidikan Pondok Pesantren Miftahul Ulum memiliki visi untuk membentuk generasi santri yang berakhlakul karimah, berilmu, dan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Dalam mewujudkan visi tersebut, Miftahul Ulum menyelenggarakan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum melalui kurikulum terpadu. Pendidikan umum diberikan sebagai bekal akademik agar para santri mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sedangkan pendidikan diniyah difokuskan pada pendalaman khazanah keilmuan Islam melalui kajian kitab kuning berdasarkan manhaj ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Selain itu, program tahfiz Al-Qur'an menjadi salah satu program unggulan yang bertujuan mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang tidak hanya hafal, tetapi juga mampu membaca Al-Qur'an dengan baik sesuai kaidah tajwid dan tartil serta memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Kalamullah. Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum didirikan dan diasuh oleh K.H. Abdul Muiz Ali. Beliau lahir di Desa Murombuh, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Madura, pada hari Jumat, 12 Desember 1980. Beliau merupakan putra ketiga dari pasangan Haji Muhammad Ali dan Nyai Hajjah Khalifah Ahsan Abdurrahman. Sejak kecil, beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga pesantren, yaitu Pondok Pesantren Darurrahman Al-Arsyadiyah di kampung halamannya. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Madrasah Al-Arsyadiyah, beliau memperdalam ilmu Al-Qur'an di Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur'an Singosari, Malang, di bawah bimbingan Kiai Haji Basori Alwi Murtadho. Selanjutnya beliau melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, selama kurang lebih tiga belas tahun. Selama masa menuntut ilmu, beliau juga aktif mengikuti pengajian pasanan di berbagai pesantren terkemuka pada setiap bulan Ramadan, di antaranya Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Pondok Pesantren Siwalan Panji, dan Pondok Pesantren Al-Khozini Buduran Sidoarjo. Beliau juga senantiasa bersilaturahmi kepada para ulama di Bangkalan untuk memperoleh nasihat, doa, dan keberkahan ilmu. Pada tahun 2011, beliau menikah dengan Nyai Maslahah Rahmah, putri dari almarhum Haji Ihsan bin Satimin dan Hajah Latifah binti Haji Abdul Halim. Dari pernikahan tersebut, Allah SWT menganugerahkan lima orang putra. Kiprah Pengabdian Meskipun telah mendirikan dan mengasuh pesantren sendiri, Kiai Haji Abdul Muiz Ali tetap berkhidmah kepada almamaternya, Pondok Pesantren Sidogiri. Beliau aktif sebagai Wakil Koordinator Darul Khidmah Sidogiri Wilayah Bekasi serta Kepala Divisi Dakwah dan Sosial Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Wilayah DKI Jakarta. Di tingkat nasional, beliau dipercaya mengemban berbagai amanah, di antaranya sebagai Ketua Bidang Keagamaan DPP Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), Pengurus Lembaga Bahtsul Masail PBNU, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Pengurus Badan Pelaksana Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI), serta Asesor Syariah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Di tengah berbagai aktivitas tersebut, beliau tetap istiqamah berdakwah melalui pengajian, majelis taklim, seminar, serta menjadi narasumber dalam berbagai forum yang membahas persoalan fatwa, fikih kontemporer, dan kehalalan produk. Penutup Sejak berdiri pada tahun 2013 hingga saat ini, Pondok Pesantren Miftahul Ulum terus berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan tradisi pesantren dengan kebutuhan pendidikan modern. Berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, Miftahul Ulum berkomitmen mencetak generasi muslim yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Visi Kami

"Menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam keilmuan, mandiri, dan berakhlakul karimah berlandaskan nilai-nilai salaf."

Misi Kami

  • Menyelenggarakan pendidikan Islam yang komprehensif memadukan ilmu agama dan umum.
  • Membentuk karakter santri yang berakhlak mulia dan berjiwa kepemimpinan.
  • Membekali santri dengan keterampilan hidup agar mandiri di tengah masyarakat.

Ingin Bergabung Menjadi Bagian Dari Kami?

Pendaftaran Santri Baru telah dibuka. Mari bersama membangun masa depan yang gemilang.

Daftar Santri Sekarang