PROFIL MADRASAH
Sejarah, Visi & Misi
Sejarah Madrasah
Sejarah Berdirinya TPQ Miftahul Ulum
Dari Lima Santri Menuju Lembaga Pendidikan Islam yang Terus Bertumbuh
Tidak ada lembaga pendidikan yang lahir dalam sekejap. Di balik berdirinya sebuah institusi yang kokoh, selalu ada kisah tentang keikhlasan, perjuangan, doa, dan pengorbanan. Demikian pula sejarah berdirinya TPQ Miftahul Ulum, yang tumbuh dari sebuah amanah sederhana menjadi lembaga pendidikan Islam yang terus berkembang hingga melahirkan jenjang Madrasah Diniyah.
Awal mula perjalanan ini bermula pada sekitar bulan Juli–Agustus 2013. Saat itu, Kepala TK Sinar Bangsa meminta Ustadz Abdul Muiz Ali untuk membantu mengajarkan Al-Qur'an kepada para siswa setiap hari Jumat pagi. Amanah tersebut diterima dengan penuh rasa tanggung jawab sebagai bagian dari ikhtiar menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia dini.
Dari kegiatan sederhana itulah lahir generasi pertama TPQ Miftahul Ulum. Tercatat lima anak yang menjadi santri perdana, yaitu Kartika, Delvian, Latisa, Raisha, dan Fina. Jumlah mereka memang sangat sedikit, namun dari lima anak inilah Allah SWT memulai sejarah panjang sebuah lembaga pendidikan Al-Qur'an yang kini telah mendidik ratusan generasi.
Melihat perkembangan dan antusiasme anak-anak, salah seorang wali santri, Ibu Kartika, mengusulkan agar pembelajaran Al-Qur'an tidak hanya dilakukan setiap hari Jumat, tetapi ditambah pada hari-hari lainnya. Usulan tersebut menjadi titik awal lahirnya kegiatan belajar mengajar yang lebih terstruktur.
Sebelum memulai kegiatan tersebut, Ustadz Abdul Muiz Ali bermusyawarah dengan istri beliau, Ustadzah Maslahah Rohmah, sekaligus memohon izin dan doa restu kepada mertua beliau, Hj. Latifah binti Abdul Halim, agar musholla di rumah keluarga di Kampung Penggilingan dapat digunakan sebagai tempat belajar Al-Qur'an. Dengan penuh keikhlasan, izin itu diberikan. Dari musholla sederhana itulah cahaya pendidikan Al-Qur'an mulai dipancarkan.
Namun, pada masa-masa awal, kegiatan belajar mengajar masih dilaksanakan di TK Sinar Bangsa pada sore hari selama kurang lebih enam bulan atau satu semester. Seiring bertambahnya jumlah santri, ruang belajar di TK tidak lagi mampu menampung seluruh peserta didik. Akhirnya kegiatan dipindahkan ke rumah keluarga. Teras dan garasi disulap menjadi ruang kelas untuk pembelajaran sore, sedangkan musholla digunakan untuk kegiatan TPQ malam.
Kesederhanaan tidak pernah menjadi penghalang untuk mengabdi. Saat itu seluruh kegiatan belajar mengajar diberikan tanpa dipungut biaya. Ustadz Abdul Muiz Ali mengajar seorang diri dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Tidak ada target materi, tidak ada perhitungan keuntungan. Yang ada hanyalah harapan agar anak-anak Kampung Penggilingan dapat belajar membaca Al-Qur'an dengan baik.
Melihat kesungguhan tersebut, para wali santri merasa ikut memiliki lembaga ini. Atas usulan salah seorang wali murid, disepakati adanya iuran bulanan sebesar Rp25.000 sebagai bentuk gotong royong untuk membantu keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Nilainya memang sederhana, tetapi mengandung makna besar: TPQ Miftahul Ulum dibangun bersama atas dasar kepedulian dan kebersamaan masyarakat.
Seiring bertambahnya jumlah santri, beban mengajar pun semakin besar. Pada saat itulah Ustadzah Maslahah Rohmah mulai ikut mendampingi proses pembelajaran sekaligus mengelola administrasi dan keuangan SPP. Kehadiran beliau menjadi penopang penting dalam membangun tata kelola lembaga yang lebih tertib dan profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai kekeluargaan.
Perkembangan TPQ Miftahul Ulum terus berlanjut. Ketika jumlah santri semakin meningkat dan kebutuhan ruang belajar semakin besar, kegiatan pembelajaran kembali dipindahkan ke rumah kos milik almarhum Bapak H. Heri. Perpindahan tempat ini bukan sekadar berpindah lokasi, melainkan menjadi bukti bahwa kepercayaan masyarakat terhadap TPQ Miftahul Ulum terus bertumbuh dari waktu ke waktu.
Perjalanan panjang ini mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak selalu diawali dengan bangunan yang megah atau fasilitas yang lengkap. TPQ Miftahul Ulum justru lahir dari ruang belajar yang sederhana, dari musholla keluarga, dari teras dan garasi rumah, dari seorang guru yang mengajar dengan penuh keikhlasan, serta dari dukungan keluarga dan masyarakat yang percaya bahwa pendidikan Al-Qur'an adalah investasi terbaik bagi masa depan umat.
Atas izin Allah SWT, benih kecil yang ditanam pada tahun 2013 itu terus tumbuh. Dari hanya lima santri, TPQ Miftahul Ulum berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang dipercaya masyarakat dan kemudian membuka jenjang Madrasah Diniyah, sehingga pembinaan tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga meliputi pendidikan akidah, ibadah, akhlak, serta dasar-dasar ilmu keislaman.
Kini, setelah lebih dari satu dekade perjalanan, TPQ Miftahul Ulum menjadi saksi bahwa keikhlasan akan melahirkan keberkahan, dan perjuangan yang dimulai dari langkah kecil dapat menghadirkan manfaat yang besar bagi masyarakat. Semoga lembaga ini senantiasa istiqamah menjadi pusat lahirnya generasi Qur'ani yang berilmu, berakhlak mulia, mencintai Al-Qur'an, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir..." (QS. At-Taubah: 18). Semoga semangat memakmurkan syiar Al-Qur'an yang menjadi ruh berdirinya TPQ Miftahul Ulum senantiasa dijaga dan diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.
Visi Madrasah
"1.Mencetak santri dan murid menjadi ibadillahi as-Shalihin 2.Mencetak santri dan murid mempunyai keterampilan membaca al-Quran dengan baik dan benar dan mengetaui dasar-dasar ajaran Islam"
Misi Strategis
- 1. Mengenalkan pentingnya pendidikan Al-Quran dan dasar-dasar ajaran Islam.
- 2. Mengenalkan dan sekaligus memberi contoh yang baik dan benar membaca al-Quran dan praktik ajaran pokok dalam Islam seprti wudhu dan shalat.
- 3. Mengajarkan metode cepat membaca al-Quran sesuai dengan kaidah-kaidah Ilmu Tajwid.
- 4. Mengenalkan murid menulis arab sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan arab yang baik dan benar.
- 5. Mengajarkan dan memberi contoh akhlak dan ibadah yang benar sesuai dengan ajaran Ilam ala Ahlu sunah wal jama’ah.